Selasa, 26 Maret 2013

Feedly: Alternatif Google Reader yang Praktis

Kalau kamu adalah pengguna Google Reader, kamu harus bersiap-siap untuk sebuah kabar yang mengejutkan. Google Reader akan berhenti beroperasi pada tanggal 1 Juli 2013 mendatang. Padahal fasilitas Google ini dikenal sangat handal dalam menangani langganana RSS Feeds pengguna dan memudahkan pengguna mengakses informasi berbagai situs yang ia ikuti. Google Reader akan menampilkan situs-situs yang kamu ikuti dalam bentuk yang kamu inginkan, misalnya seperti majalah atau daftar judul artikel terbaru sehingga memudahkan untuk dipilih dan dibaca.

Namun, terkait kabar berhentinya Google Reader ini,  kamu tidak perlu terlalu khawatir. Masih ada beberapa layanan yang bisa mengakses RSS Feeds kamu, dan secara otomatis akan sinkron dengan daftar Google Reader milik kamu. Salah satu diantaranya adalah Feedly.

Feedly: Alternatif Google Reader yang Praktis

 

Feedly adalah perangkat yang hadir dalam bentuk Add Ons dan Chrome Extension untuk browser, dimana Feedly akan mengakses data Google Reader kamu dan menampilkannya pada browser dengan interface yang bisa kamu atur semaunya. Kamu juga bisa menyusun situs-situs yang kamu ikuti ke dalam kategori-kategori tertentu sehingga memudahkan kamu untuk mengakses berbagai berita yang kamu ingin baca.

Untuk memanfaatkan Feedly, kamu harus terlebih dahulu menginstall Add Ons-nya, lalu masuk ke akun Google kamu.

Feedly: Alternatif Google Reader yang Praktis

 

Feedly akan meminta otorisasi dari kamu untuk mengakses akun Google milik kamu. Klik "Allow Access" untuk mengizinkan.

Feedly: Alternatif Google Reader yang Praktis

 

Secara otomatis Feedly akan melakukan sinkronisasi dengan akun Google kamu, lalu ia akan menampilkan situs-situs dimana kamu berlangganan beritanya. Penataan tampilan bisa kamu lakukan dengan mengklik tombol di sudut kiri atas.

Feedly: Alternatif Google Reader yang Praktis

 

Kamu bisa mengatur tampilan yang kamu inginkan ataupun memilih kategori berita yang sudah kamu susun sendiri. Dari sini kamu juga bisa langsung menambahkan website tertentu yang ingin kamu baca.

Feedly: Alternatif Google Reader yang Praktis

 

Dapatkan Feedly di:

http://www.feedly.com

Feedly adalah pengganti Google Reader yang paling lengkap dan mudah untuk dimanfaatkan. Keistimewaan Feedly terletak pada kemudahan bagi kamu untuk melakukan kustomisasi terhadap tampilan serta juga interaksi langsung dengan berbagai berita dari situs dimana kamu berlangganan.

Selain Feedly, kamu juga bisa memilih diantara 5 layanan RSS Reader alternatif lainnya. Jadi, jangan terlalu sedih dengan 'matinya' Google Reader. Masih banyak pengganti handal yang bisa kamu manfaatkan dalam hal ini.

Sumber: pusatgratis.com

5 Layanan RSS Reader Alternatif Pengganti Google Reader

Seperti yang diketahui bahwa baru-baru ini Google Reader melalui blog resminya mengumumkan bahwa layanan tersebut akan dinonaktifkan dan tidak dapat dinikmati lagi pada Juli 2013 mendatang.

Untuk kamu para pengguna setia dari Google Reader, sudah saatnya sekarang kamu mulai mempertimbangkan menggunakan layanan alternatif yang serupa agar kegiatan kamu ini tidak terhenti hanya karena Google menutup layanan Reader milik mereka.

Inilah 5 Layanan RSS Reader Alternatif Pengganti Google Reader0

Berikut ini adalah 5 layanan RSS Reader alternatif yang bisa PG sarankan untuk dapat kamu pertimbangkan sebagai pengganti dari layanan Google Reader.

1. The Old Reader

Inilah 5 Layanan RSS Reader Alternatif Pengganti Google Reader

The Old Reader bisa jadi adalah layanan RSS Reader yang paling menyerupai dengan produk Google Reader yang akan segera ditutup. Jika kamu berniat beralih ke Old Reader ini, perlu kamu ketahui bahwa layanan ini belum memiliki tampilan jenis ponsel atau mobile dan bisa jadi kamu sedikit kesulitan ketika hendak mengimpor sebuah feed. Namun saat ini sudah ada kurang lebih 45.000 ribu pengguna baru yang telah mendaftar di layanan ini sejak Google mengumumkan akan menutup layanan Google Reader.

Kunjungi: http://theoldreader.com

 

2. Feedly

Inilah 5 Layanan RSS Reader Alternatif Pengganti Google Reader

Meskipun memiliki antarmuka yang sangat berbeda dengan Google Reader, namun secara fungsional Feedly merupakan sebuah layanan yang eksis sebagai RSS Reader dan merupakan salah satu pilihan alternatif terbaik sebagai pengganti dari Google Reader. Selain itu layanan ini juga dapat dinikmati melalui smartphone dan tablet dengan platform iOS, Android dan Kindle.

Kunjungi: http://www.feedly.com

 

3. NewsBlur

Inilah 5 Layanan RSS Reader Alternatif Pengganti Google Reader

Newsblur merupakan sebuah layanan RSS yang sederhana, cepat dan memiliki tampilan yang sangat mirip dengan Google Reader, Newsblur merupakan alternatif yang baik untuk kamu pertimbangkan. Satu-satunya kekurangan dari layanan ini yaitu hanya dapat menambahkan 12 alamat situs untuk versi gratisnya.

Kunjungi: http://www.newsblur.com

 

4. ReederApp

Inilah 5 Layanan RSS Reader Alternatif Pengganti Google Reader

ReederApp ini adalah sebuah aplikasi yang serupa namun hanya dikhususkan bagi pengguna Mac saja, dengan tampilan desain yang indah dan mudah dalam penggunaan membuat layanan ini pantas untuk dipertimbangkan. Salah satu keunggulan dari layanan ReederApp ini adalah, kamu dapat mengunduh artikel untuk dibaca secara offline dan satu-satunya kekurangannya adalah layanan ini tidak tersedia secara gratis.

Kunjungi: http://reederapp.com

 

5. Digg

Inilah 5 Layanan RSS Reader Alternatif Pengganti Google Reader

Seperti diketahui bahwa Digg adalah merupakan situs berbagi konten tentang berita-berita yang ada diinternet. Melalui blog resminya, Digg mengumumkan bahwa mereka sudah berencana untuk membangun sebuah Reader seperti Google Reader, dan rencana ini telah masuk dalam daftar prioritas Digg. Mereka menjanjikan bahwa layanan tersebut akan hadir sebelum Google menutup layanan Reader miliknya.

Kunjungi: http://blog.digg.com/post/45355701332/were-building-a-reader

Bagaimana menurut kamu? Apakah Sudah bersiap-siap untuk migrasi ke salah satu layanan diatas. Apabila masih ada layanan serupa silahkan kamu bagikan melalui kotak komentar dibawah ini.

Sumber : pusatgratis.com

5 Destinasi Pilihan Versi "Explore Indonesia"



Dok. Kompas TV.
Kampung Wae Rebo dengan 7 rumah adat mbaru niang berbentuk kerucut


MENJELAJAHI
Indonesia tidak akan pernah ada habisnya. Dengan 13 ribu pulau tersebar di dalamnya, Indonesia memiliki banyak destinasi yang menarik untuk dikunjungi.

Program traveling "Explore Indonesia" yang tayang di Kompas TV, memilih 10 destinasi mengesankan. Daftar ini bisa menjadi referensi tujuan liburan Anda berikutnya.
 
Program "Explore Indonesia" dengan pembawa acaranya, Kamga, telah menjelajahi banyak wilayah di Indonesia, untuk mereguk keindahan alam, kekayaan budaya, jejak sejarah dan kehidupan masyarakatnya. Makin banyak menyinggahi pelosok-pelosok negeri, ternyata menyadarkan betapa begitu sedikit yang kita tahu tentang negeri sendiri.
 
"Sebelum ke luar negeri, alangkah baiknya jelajahi dulu negeri sendiri. Indonesia adalah kisah tentang negeri zamrud katulistiwa. Rayuan kecantikan yang pesonanya menggoda laksana surga," kata Kamga.
 
Explore Indonesia akan menayangkan kembali beberapa destinasi dari episode-episode sebelumnya. Dari 10 destinasi terpilih, 5 destinasi bagian pertama akan tayang di program "Explore Indonesia" episode "Catatan Perjalanan Kamga bagian 1", di Kompas TV pada Selasa (26/3/2013), pukul 21.00 WIB. Berikut 5 destinasi tersebut:
 
Wae Rebo
 
Wae Rebo merupakan kampung adat tradisional  di Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, yang berada di pegunungan di ketinggian 1200 mdpl. Trekking selama 4,5 jam menembus hutan belantara, menjadi tantangan tersendiri untuk mencapai Wae Rebo.

Rasa lelah mendaki pegunungan, bakal terbayar lunas ketika berhasil menginjakkan kaki di Wae Rebo. Daya tarik utamanya adalah 7 rumah adat berbentuk kerucut dan beratap ijuk serta ilalang, yang disebut Mbaru Niang.

Kampung Wae Rebo merupakan kampung kuno yang sudah dihuni 19 generasi. Sebagian besar warganya menggantungkan hidup dari berkebun kopi.

Untuk bisa bersekolah, anak-anak harus tinggal terpisah dengan keluarganya. Karena jarak tempuh yang jauh, mereka harus tinggal menumpang di keluarga lain di kampung bawah yang terdapat sekolahan.

Terpencil di balik pegunungan, denyut kehidupan Wae Rebo justru lebih banyak dikenal wisatawan mancanegara ketimbang turis lokal. Tahun 2012, sebanyak 330 turis berkunjung ke Wae Rebo, yang berasal dari 19 negara.
 
Di Wae Rebo, wisatawan bisa menginap di dalam rumah Niang dan meresapi kehidupan masyarakat yang sangat bersahaja.
 
Kampung Keling

                        
Memasuki Kampung Keling, di Kota Medan, Sumatera Utara, akan terasa sedang berada di "Little India". Menyusuri lorong kampung, sepanjang jalan bakal berjumpa paras-paras India, khususnya India Tamil.

Keberadaan komunitas India Tamil di Medan, merupakan bagian dari sejarah yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Nenek moyang mereka dahulu bermigrasi dari Kota Madras, India Selatan, ke Medan. Karena berasal dari Madras, Kampung Keling juga dikenal dengan nama lain Kampung Madras.

Menurut tokoh masyarakat Kampung Keling, Narain Sami, migrasi terjadi mulai awal abad 17. Ketika zaman perdagangan rempah-rempah, banyak warga India Selatan menyeberang ke daerah-daerah tertentu, termasuk ke Medan. Mereka bekerja sebagai pekerja perkebunan. Kini generasi keturunan mereka telah melebur sebagai warga negara Indonesia.

Sebagian plang jalan di kawasan Kampung Keling, masih memakai nama-nama India, seperti Jalan Kalingga, Jalan Hindhu, dan Jalan Mahayana. Di kawasan ini juga berdiri kuil kuno bernama Kuil Shri Mariaman yang dibangun tahun 1884, dan masih menjadi menjadi pusat peribadatan umat Hindu.

Di dekat kuil, terdapat pusat jajanan kuliner, di Jalan Pagaruyung. Menu masakannya sebagian besar kuliner khas India yang bercita rasa rempah tajam, seperti nasi biryani, roti cane, martabak dan lainnya.
 
Pasar Bolu Toraja
 
Toraja identik dengan ritual kematian yang mewah. Bagian dari kemewahan itu adalah kewajiban menyediakan persembahan hewan kurban berupa tedong atau kerbau. Hewan yang akan menemani setiap arwah yang akan menjalani kehidupan kedua di dalam lain yang di disebut puya.

Ketika digelar Rambu Solo, bagi mereka yang masih golongan keluarga bangsawan harus menyediakan hewan kurban kerbau minimal 24 ekor. Tingginya kebutuhan kerbau, menjadikan kerbau sebagai primadona perdagangan di Toraja.

Pasar Bolu di Kota Rantepao, ibukota Kabupaten Toraja Utara, merupakan pusat perdagangan kerbau di Toraja. Ribuan kerbau dengan berbagai jenis dijual di tempat ini.

Harga satu ekor kerbau bervariasi, dari yang murah belasan juta hingga yang bernilai sangat fantastis, mencapai ratusan juta rupiah. Kerbau yang mahal adalah kerbau belang, dengan ciri-ciri tertentu. Ada yang seharga 150 juta, 200 juta bahkan 350 juta. Harga kerbau bisa seharga mobil mewah!

Pasar Bolu selalu ramai. Ramai kerbaunya, ramai pula pengunjungnya. Tapi tidak semua pengunjung berniat untuk membeli kerbau. Tidak sedikit dari mereka adalah wisatawan yang datang karena tertarik melihat-lihat kerbau super mahal.

Kerbau layaknya artis, karena tidak sedikit turis yang befoto bersama kerbau. Walaupun tidak mampu membeli, setidaknya mereka bisa berpose dengan kerbau seharga ratusan jutaan rupiah.
 
Suku Kajang
 
Jika di Banten ada Suku Baduy, di Sulawesi Selatan memiliki Suku Kajang. Mereka sama-sama suku yang bersahaja, menjauh dari modernisasi dan hidup berdampingan dengan alam. Suku Kajang hidup di Kampung Adat Ammatoa, yang terletak di dalam hutan adat mereka yang masih terjaga baik.

Masuk ke kampung ini terasa bagaikan memasuki mesin waktu, membawa kita kembali ke masa lampau. Karena di kampung ini tidak diperbolehkan ada penerangan listrik, kendaraan bermotor dan barang-barang elektornik lainnya.

Mereka memegang prinsip hidup 'kamase-mase', yang berarti prinsip hidup sederhana dan prihatin. Seluruh warga mengenakan pakaian serba hitam, karena mereka lahir dari rahim yang gelap, sehingga ketika hidup di dunia pun mereka tidak perlu warna-warni kemewahan.

Tidak hanya pakaian, untuk bangunan rumah juga sederhana dan seragam, baik ukuran, bentuk maupun bahannya. Tidak ada perbedaan antara rumah pejabat adat dan warganya. Sehingga tidak ada si kaya dan si miskin. Untuk transportasi mengangkut barang, warga menggunakan tenaga kuda.

Masyarakat tidak boleh sembarangan menebang pohon dan mengambil hasil hutan. Setiap menebang pohon harus menanamnya kembal lebih banyak. Mereka percaya alam akan bermurah hati kepada manusia bila menjaga kelestariannya. Ada keyakinan mereka, bahwa daun akan mengundang air hujan, dan akar pohon akan mengeluarkan mata air.
 
Komodo

 
Menjelajah alam bebas dengan satwa liar di dalamnya, memberi tantangan yang bakal memicu adrenalin. Apalagi, bila hewan itu merupakan reptil purba yang masih tersisa di muka bumi, yaitu komodo.

Dengan air liur yang mengandung 60 jenis bakteri mematikan, sang predator menjadi pemangsa puncak dalam mata rantai makanan di sebuah pulau. Komodo merupakan kekayaan hayati indonesia yang masuk sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

Untuk menuju Pulau Rinca dan Pulau Komodo, tempat habitat asal komodo, bisa menyeberang dari pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, NTT. Pengunjung bisa menyewa perahu motor kecil hingga jenis kapal pinisi yang besar dan mewah.

Di Taman Nasional Komodo, selain bisa trekking melihat langsung kehidupan komodo di alam bebas, pengunjung juga bisa melihat kehidupan masyarakat suku komodo.

Kampung Komodo satu-satunya kampung di Pulau Komodo. Warga bermata pencaharian sebagai nelayan dan sebagian menjadi perajin patung komodo untuk souvenir. Meski hidup berdampingan dengan komodo yang mematikan, anak-anak di kampung ini tetap bebas bermain di halaman rumah.

Padahal, komodo sering memakan hewan ternak seperti kambing milik warga. Seorang warga, Ibu Farida, mengaku sudah 10 kambing miliknya dimangsa komodo. Namun ia tidak kapok, dan tetap membiarkan kambing-kambingnya berkeliaran bebas tanpa kandang.

Sumber: kompas.com