Rabu, 10 Oktober 2012

Taktik Gratis dalam Perang AntiVirus



Berdasarkan data dari penyedia layanan subdomain gratis co.cc, Indonesia adalah pengguna layanan ini terbanyak di seluruh dunia. Ya... apabila ada yang gratis, pasti kita orang Indonesia langsung menyerbu.

Salah satu siasat bisnis online yang paling banyak digunakan adalah dengan memberikan layanan/barang dengan gratis. Pengguna baru diminta untuk membayar apabila menginginkan fitur yang lebih canggih.

Banyak dari vendor software antivirus menggunakan strategi ini seperti avast! (www.avast.com) dan juga AVG

Juli 2008 lalu avast! mengklaim bahwa mereka telah memiliki 60 ribu pengguna yang mendaftar. Dari situs
download.com tercatat software antivirus gratis ini telah di download 32 juta kali. Sebuah angka yang Fantastis.

Tidak mau kalah dengan avast!, AVG juga memberikan layanan gratis untuk proteksi dasar antivirus. Menurut situsnya AVG gratis ini telah mencapai 80 juta user diseluruh dunia. AVG Antivirus Gratis versi terbarunya (versi 8.0) telah ditambahkan Anti-Spyware dan perlindungan LinkScanner Search-Shield.


Dibandingkan dengan versi berbayar memang ada perbedaan yang cukup signifikan. Perlindungan AVG gratis ini hanya melindungi dari virus, spyware dan safe searching sedangkan celah keamanan yang mungkin terjadi ketika berinternet sehari-hari tidak terjaga dengan layanan gratis ini. Padahal, dalam beraktifitas online para cracker dengan teknologi terbarunya terus menerus mengincar para peselancar internet untuk mencuri data-data penting. Jika kita ingin terproteksi, kita harus membayarnya.


Seiring dengan meningkatnya penggunaan internet, persoalannya tidak hanya virus komputer saja, masih ada Spyware, Malware, Adware, Parasiteware, Browser Hijecker, Keylogger, Dialer, dan banyak lagi.


Spyware bukan virus, tapi ia bisa meng-install dirinya ke dalam komputer objeknya dengan tujuan mencuri data pemilik komputer tersebut, yang kemudian data-data tersebut dijual kepada pihak ketiga untuk digunakan sebagai email spam. Konon, harga data email bisa mencapai ribuan dollar AS (ada ribuan data tentunya).


Sedangkan malware diciptakan untuk menemukan kelemahan sebuah software. Trojan, Worm atau Virus bisa dikategorikan sebagai Malware. Software iklan bisa menjadi malware karena berusaha meng-install dirinya kembali setelah dihapus dari komputer. Malware yang cukup berbahaya adalah jenis Dialer, karena ia bisa membuat internet kita terkoneksi tanpa kita perintahkan.


Jenis yang juga cukup membahayakan adalah Keylogger. Keylogger bisa mencuri data-data kartu kredit kita dangan merekam penekanan tombol keyboard. Karena itu, berhati-hatilah ketika mengetikkan data-data kartu kredit ketika sedang berselancar internet.


Ada lagi Trojan yang bertujuan merusak sistem komputer. Dan masih banyak lagi ancaman-ancaman yang mengerikan lainnya. Jika anda cemas dengan pencurian data-data anda, maka tidak ada cara lain kecuali lindungi komputer anda dengan program antivirus terbaik pilihan anda.

Inilah 12 Penyebab Gairah Seks Menurun

Relasi yang hangat di kamar tidur diyakini menjadi salah satu resep kelanggengan rumah tangga. Tetapi gairah seks tak selamanya membara, terkadang redup, bahkan bisa mati. Ada banyak penyebab berkurangnya libido mulai dari faktor psikologi, emosional, dan gaya hidup.


1. Stres

Tubuh merespon stres dengan cara mengeluarkan adrenalin dan kortisol. Stres yang sudah berlangsung lama bisa memengaruhi kadar hormon tubuh dan berdampak pada berkurangnya gairah. Stres juga menimbulkan respon menyempit pada pembuluh darah sehingga memicu gangguan ereksi.

2. Depresi

Libido dan depresi memiliki hubungan yang rumit. Depresi bisa mengubah kemampuan biochemistry tubuh dan mengurangi libido. "Selain itu cukup sulit untuk merasa bergairah saat kita sedang depresi," kata Mark L.Held, psikolog klinis. Beberapa obat untuk depresi juga memiliki efek samping mengurangi libido.

3. Self-esteem rendah

Seseorang yang merasa dirinya tidak menarik biasanya kurang berminat pada aktivitas seksual. Orang yang memiliki self-esteem rendah pada umumnya juga takut ditolak.

4. Alkohol dan narkoba

Sedikit alkohol mungkin bisa membuat Anda lebih bersemangat, tetapi alkohol yang berlebihan berpengaruh pada sistem saraf dan menyebabkan tubuh terasa kelelahan dan sulit bergairah. Sementara itu narkoba seperti mariyuana akan menakan kelenjar pituitari yang mengatur produksi testosteron.

5. Kurang tidur

Tubuh memerlukan jam tidur yang cukup untuk menjaga pikiran tetap fokus, tubuh sehat, dan libido tetap aktif. Secara fisik, kurang tidur akan meningkatkan level kortisol yang bisa menekan libido.

6. Obat-obatan

Obat-obatan yang dipakai untuk mengatasi depresi, tekanan darah tinggi, dan penyakit kronik lain terkadang memiliki efek samping menekan libido.

7. Disfungsi ereksi

Pria yang menderita disfungsi ereksi kerap kali merasa malas untuk berhubungan seks karena mereka takut penisnya tidak cukup keras untuk melakukan penetrasi.

8. Ketidakseimbangan hormon

Libido sangat dipengaruhi oleh level testosteron. Karena itu kondisi gairah yang sulit naik kerap disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon atau rendahnya level testosteron. Penyebab umum gangguan hormon adalah gangguan pada liver karena organ itu berfungsi memecah estrogen. Jika fungsi itu terganggu, kadar estrogen meningkat sehingga libido berkurang.

9. Menopause

Kebanyakan wanita mengalami penurunan gairah seksual saat memasuki masa menopause. Penyebabnya cukup banyak, mulai dari penurunan hormon estrogen sehingga kondisi vagina menjadi kering dan menyebabkan penetrasi menjadi menyakitkan. Menopause juga menyebabkan testosteron dalam tubuh berkurang.

10. Gangguan penyakit

Penyakit sistemik yang serius, seperti kanker atau penyakit ginjal bisa menekan level testosteron dan mengurangi produksi sperma. Penyakit lain yang menyebabkan berkurangnya testosteron antara lain infeksi HIV dan diabetes.

11. Cinta memudar

Pasangan yang mengalami gangguan komunikasi dan berkonflik terus menerus hingga akhirnya sudah tidak cinta lagi, tentu sudah tak berhasrat lagi untuk berintim-intim di tempat tidur.

12. Tak ada waktu

Tak sedikit pasangan yang tak punya waktu untuk bercinta. "Banyak orang mengira selalu ada waktu untuk bercinta, tetapi di akhir hari keduanya sudah terlalu lelah untuk berhubungan seks," kata Irwin Goldstein, direktur San Diego Sexual Medicine.


Aneh .... Wanita Ini Biasa Mandi sampai 5 Jam

Julia Abdullah mengidap gangguan obsesif kompulsif

Selama 20 tahun terakhir, Julia Abdullah "terjebak" dalam sebuah ritual aneh. Perempuan asal Singapura berusia 40 tahun ini memiliki rutinitas yang tidak wajar, yaitu menghabiskan waktu di kamar mandi selama berjam-jam. Dalam 30 menit pertama, ia biasa berkutat di kamar mandi untuk mengguyur tubuhnya dengan air.

Setelah itu, pada menit-menit berikutnya, ia membilas tubuh dengan berbagai produk pembersih hingga lima jam lamanya. Selama terjebak di kamar mandi, ia mengaku bisa membilas rambutnya dengan sampo hingga 25 kali dan membasuh tangannya hingga 300 kali.

Kebiasaan aneh ini dapat ia lakukan setiap hari, dan bisa dibayangkan apa yang terjadi pada lapisan kulit dan permukaan tubuhnya. Mengapa Julia bisa terjebak dengan kebiasaan aneh ini? 

"Saya merasa diri saya belum cukup bersih," aku perempuan yang bekerja di bagian administrasi itu.

Dalam sepekan, Julia bisa menghabiskan dua botol sampo dan 21 batang sabun mandi. Ritual ini membuat ia merasa kelelahan sehingga ia tidak punya lagi energi tersisa untuk melakukan pekerjaan lain.

Dari kacamata medis, kelainan yang dialami oleh Julia dikategorikan sebagai gangguan obsestif-kompulsif (obsessive-compulsive disorder/OCD). Ada rasa ketakutan berlebihan dalam diri Julia berupa kekhawatiran terkontaminasi oleh kotoran dan kuman.

Gangguan OCD adalah suatu kondisi individu tak mampu mengendalikan pikiran-pikiran yang menjadi obsesi, yang sebenarnya tidak diharapkannya. Penderita mengulang beberapa kali perbuatan tertentu untuk dapat mengontrol pikirannya tersebut untuk menurunkan tingkat kecemasannya. 

Julia baru menyadari kalau dirinya mengalami kelainan jiwa pada 1992 ketika ia masih bekerja sebagai teknisi di laboratorium. Ia kerap memegang sampel urine, kultur, atau sampel darah dalam pemeriksaan HIV yang menjadi bagian dari rutinitasnya. Seiring waktu, Julia mulai merasa waktu yang dihabiskannya untuk mencuci tangan  dan bersih-bersih selalu bertambah lama. Itu dilakukannya akibat rasa takut akan ancaman kontaminasi kuman.

Meskipun mulai menyadari ada kelainan dalam dirinya, Julia awalnya belum mau mencoba mencari pertolongan medis. "Saya pikir kebiasaan mencuci ini akan berhenti dengan sendirinya," ujarnya. 

Faktanya, yang terjadi justru sebaliknya. Kecemasan dalam diri Julia semakin bertambah hebat. Akibat gangguan jiwa itu pula, Julia kehilangan pekerjaannya sebagai teknisi karena ia sering datang terlambat.

Setelah kondisi kehidupannya semakin memburuk, Julia akhirnya meminta pertolongan melalui saluranhotline kesehatan jiwa pada 2009. Kini ia rutin menjalani terapi kombinasi dan pengobatan medis untuk mengendalikan kecemasannya. Terapi tersebut mulai menampakkan hasil. Julia kini dapat lebih mengendalikan diri dan memiliki waktu untuk aktivitas lainnya seperti menonton televisi, membaca, danchatting dengan temannya di Facebook.

Sumber : kompas.com