Kamis, 26 Januari 2012

Ternyata Video Game Bikin Anak Lambat Membaca


SEBAIKNYA Anda harus berpikir ulang untuk memberikan hadiah video game bagi si buah hati. Sebab, mainan digital tersebut dapat mengganggu perkembangan akademis mereka. Sehingga, mereka jadi lambat membaca dan menulis.
Video game tak sepenuhnya jahat. Tapi orang tua harus memantau penggunaan video game agar tak berlebihan. Jadi, orang tua tak harus menyingkirkan berbagai jenis vide game seperti Playstation.

Sebuah penelitian yang dilakukan Robert Weis, psikolog di Denison University di Ohio, memantau efek bermain video game pada kemampuan belajar anak laki-laki. Mereka tak melibatkan anak-anak perempuan karena tak bermain video layaknya bocah laki-laki.

Sebagian bocah laki-laki itu diberikan video game di awal penelitian. Sedangkan sebagian lain hanya mendapat video game di akhir penelitian. Anak-anak yang mendapatkan video game di awal penelitian lebih sering menghabiskan waktu untuk bermain game ketimbang kelompok kedia.

Hasil survei menunjukkan anak-anak kelompok pertama lebih sulit mencapai prestasi bagus karena terlalu sering bermain video game. Mereka lebih senang bermain ketimbang mengerjakan pekerjaan rumah.

Bermain video game mungkin telah menggantikan kegiatan akademis tradisional, seperti pekerjaan rumah dan membaca. Nah, orangtua pun sangat berperan untuk membantu mendorong anak-anak mereka agar dapat berprestasi di sekolah, misalnya membantu mereka belajar, membahas apa yang mereka pelajari hari itu, atau orangtua membacakan cerita untuk mereka.

Tetapi, hasil studi itu tidak menyebutkan bahwa video game tidak memiliki manfaat sama sekali. Sebagai contoh, permainan edukatif justru dapat membantu belajar anak, dan studi sebelumnya menyebutkan bahwa game laga dapat meningkatkan daya penglihatan. Dan game mungkin memiliki manfaat sosial juga, karena anak laki-laki tampaknya memiliki ikatan kuat dengan sesama rekannya sambil bermain video game.

Menurut Weis, diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah temuan ini berlaku selama jangka panjang.

"Bisa jadi bahwa kebaruan video game mulai pudar setelah empat, enam atau delapan bulan, dan mereka pada dasarnya tidak bermain sebanyak yang mereka lakukan ketika mereka pertama kali mendapatkan game ini," katanya dalam jurnal Psychological Science.

Studi di masa mendatang juga perlu untuk melihat apakah temuan ini berlaku juga untuk anak perempuan, yang pada umumnya menghabiskan lebih sedikit waktu untuk bermain video game daripada anak laki-laki dan memilih permainan yang sedikit mengandung kekerasan.

ASEAN OPEN SKY "Maskapai Nasional Dilindungi"


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjamin pelaksanaan integrasi (pasar bebas) sektor transportasi udara di ASEAN (ASEAN Open Sky) pada 2015 tidak akan mengerdilkan maskapai penerbangan nasional.

    Sejak kesepakatan ini ditandatangani, pemerintah mengklaim sudah menyiapkan upaya untuk melindungi (proteksi) terhadap keberlangsungan maskapai penerbangan nasional, di antaranya kebijakan pembatasan terkait kota yang bisa didarati pesawat-pesawat dari luar negeri.

    Direktur Jenderal Transportasi Udara Kemenhub Herry BS Gumay mengatakan, perlindungan terhadap perusahaan penerbangan nasional wajib dilakukan. Untuk itu, maskapai penerbangan asing hanya diperbolehkan melakukan penerbangan secara langsung (point to point), sedangkan untuk perjalanan di dalam negeri hanya boleh menggunakan pesawat Merah Putih.

    Dalam hal ini, tidak benar bila pemerintah tidak mengantisipasi pelaksanaan kesepakatan ASEAN Open Sky. Apalagi jika dikatakan membuka seluas-luasnya pasar transportasi udara di dalam negeri untuk diambil alih pihak asing.

    "Perlindungan terhadap maskapai penerbangan Merah Putih di dalam wilayah hukum Indonesia menjadi prioritas. Pelaksanaan kebijakan Open Sky di kawasan ASEAN bukan berarti pesawat asing bisa seenaknya terbang dan mengambil penumpang di dalam negeri. Apalagi untuk rute penerbangan domestik. Kami juga tahu apa yang harus dilakukan untuk melindungi maskapai nasional," kata Herry di Jakarta, pekan lalu.

    Dia lantas mencontohkan, pesawat milik maskapai penerbangan Malaysia yang hanya bisa terbang dari negaranya ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta) atau bandara lain yang sudah terbuka, namun selanjutnya harus kembali lagi atau tidak diizinkan melanjutkan penerbangan ke bandara lainnya di Indonesia. Untuk itu, pemerintah optimistis pelaksanaan kebijakan ASEAN Open Sky pada 2015 mendatang justru mendorong peningkatan jumlah penumpang pada maskapai penerbangan nasional. Khususnya untuk rute domestik.

    "Banyaknya pesawat asing yang masuk juga diharapkan akan mendatangkan banyak turis ke dalam negeri. Yang melanjutkan penerbangan di dalam negeri nantinya pesawat-pesawat kita. Asing tidak boleh, mereka akan dibatasi," tutur dia.

    Herry mengakui, Indonesia menjadi pasar yang menggiurkan bagi maskapai di negara-negara di kawasan ASEAN. Seperti maskapai dari Malaysia dan Singapura. Karena itu, pemerintah tetap memberikan proteksi, sehingga maskapai nasional tetap hidup dan terus berkembang.

    "Pasar gemuk transportasi udara Indonsia bukan saja bagi maskapai dari negara-negara di ASEAN, melainkan juga dunia. Karena tingkat pertumbuhan penumpang di Indonesia cukup signifikan, yaitu berada pada kisaran 20 hingga 25 persen atau rata-rata bertambah 15 juta penumpang per tahun. Jadi, banyak maskapai penerbangan asing yang merayu pemerintah untuk bisa menggarap pasar di Indonesia," ujarnya.

    Seperti diketahui, luas wilayah udara Indonesia mencapai 7,7 juta km2 dengan jumlah penduduk sekitar 240 juta jiwa. Secara geografis, kondisi ini menjadi potensi bagi transportasi udara (penerbangan), karena wilayah Indonesia terpencar-pencar di antara banyak pulau atau dipisahkan oleh lautan, danau, hutan, dan gunung.

    Tercatat jumlah penumpang angkutan udara Indonesia pada 2010 sebanyak 58,39 juta orang dan 2011 mencapai 64,50 juta orang. Sedangkan pada 2012 diproyeksikan mencapai 74,19 juta orang. Kebijakan ASEAN Open Sky disepakati oleh negara-negara di ASEAN untuk penerbangan antarkota di negara berbeda. Kesepakatan yang ditandatangani pada 2003 ini dimulai secara bertahap pada 2013 dan berlaku penuh 2015.

    Menurut Herry, tidak akan ada rute gratis bagi pesawat asing yang masuk ke wilayah udara Indonesia. Untuk itu, pemerintah tidak akan membuka rute domestik bagi pesawat maskapai asing.

(Suara Karya Online)

Krisis belum Berlalu, Garuda Kurangi Rute ke Amsterdam

Kondisi perekonomian Eropa yang tengah dilanda krisis mempengaruhi jumlah penumpang pesawat udara dari dan ke kota-kota di kawasan itu. Akibatnya, sejumlah maskapai terpaksa mengurangi rute perjalanan ke Eropa, tak terkecuali Garuda Indonesia.

Mulai 1 Maret nanti, Garuda memutuskan memangkas frekuensi penerbangan ke Amsterdam, Belanda, dari tujuh kali menjadi empat kali seminggu. "Keputusan memangkas rute penerbangan ke Amsterdam dilakukan agar perusahaan tidak mengalami kerugian yang besar akibat berkurangnya jumlah penumpang," kata Vice President Corporate Communication Pujobroto dalam keterangannya ke metrotvnews.com, Selasa (24/1).

Pujobroto menjelaskan, pengurangan frekuensi ke Amsterdam tak mempengaruhi rencana Garuda membuka rute baru. Mulai April nanti Garuda akan terbang ke Taipei dari Jakarta. Sebulan kemudian, rute Denpasar-Haneda (Tokyo) akan dioperasikan. Selain itu, mulai Februari depan frekuensi penerbangan Jakarta-Kuala Lumpur ditingkatkan dari dua menjadi tiga kali sehari.

Selain rute baru internasional, Garuda juga membuka rute baru domestik, yaitu Bandung-Surabaya mulai 10 Februari. Penerbangan rute ini dilayani setiap hari dengan jadwal keberangkatan dari Bandung (GA 361) pukul 14.35 WIB dan tiba di Surabaya pada pukul 15.45 WIB, kemudian terbang kembali dari Surabaya (GA 360) pukul 12.35 WIB dan tiba di Bandung pukul 13.50 WIB.

Penerbangan ini menggunakan pesawat Boeing 737-500 dengan kapasitas kursi 96 (12 kursi kelas eksekutif dan 84 kursi di kelas ekonomi). Penambahan frekuensi penerbangan juga dilakukan untuk rute Jakarta-Pekanbaru, dari lima menjadi enam kali setiap hari, dan penambahan rute Jakarta-Batam dari empat menjadi lima kali setiap hari.


(Metrotvnews)