Kamis, 17 Oktober 2013

Garuda Terbangkan Pesawat Turboprop Di Awal Desember 2013.


Dua pesawat jenis ATR72-600 akan datang pada November.
  • Pesawat Garuda Indonesia.

  • Maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia Tbk, telah memesan pesawat turboprop sebanyak 25 unit. Pesawat jenis ATR72-600 ini akan didatangkan bertahap.

    Wakil Presiden Komunikasi Korporat Garuda Indonesia, Pujobroto, Rabu 16 Oktober 2013, mengatakan, perseroan juga mempunyai opsi tambahan, yakni mendatangkan 10 pesawat lagi. "Bulan November ini akan datang dua pesawat dengan kapasitas hingga 60 penumpang," ujar Pujobroto di Jakarta.

    Dia menjelaskan, setelah kedatangan pesawat pada November, awal Desember sudah bisa dioperasikan. Rute operasi, menurut Pujobroto, akan mengarah ke bandara kecil yang landasan pacu tidak lebih panjang dari 1.600 meter.  "Ini sesuai dengan konsep hub and spoke yang diusung Garuda," ujar dia.

    Nantinya, dia menjelaskan, pesawat ini akan menjadi feeder bagi daerah-daerah sekeliling yang dilayani Garuda seperti Jakarta, Medan, dan Makassar. Dua pesawat pertama ini, dia melanjutkan, akan terbang ke Labuan Bajo, Tambulaka, Ende, dan Bima.

    Menurut Pujobroto, Garuda hanya menyewa pesawat ini dari perusahaan sewa guna usaha (leasing). Terkait harga sewa itu, perseroan akan membayar setiap bulan.

    Dia mengatakan, nantinya keseluruhan pesawat ini akan melayani kota-kota yang ada di kawasan timur Indonesia. "Awalnya empat kota, tapi nanti bertambah menjadi 13 kota di kawasan timur," katanya.

    Garuda Indonesia memang akan mendatangkan 35 pesawat ATR72-600, yang terdiri atas 25 pesawat "firm order" dan 10 pesawat "options", untuk melayani penerbangan point to point pada rute-rute jarak dekat. Dua pesawat ATR72-600 akan tiba November tahun ini, sedangkan sisanya akan didatangkan secara bertahap hingga 2017.

    Dengan mengoperasikan pesawat turboprop, Garuda semakin meningkatkan konektivitas daerah-daerah di remote area. Maskapai itu akan melayani rute-rute penerbangan dengan jarak tempuh kurang dari 400 Nm di seluruh wilayah nusantara. (umi)

    Sumber

    Rabu, 16 Oktober 2013

    Tak terurus, Bandara Lubuk Linggau jadi tempat balapan liar

    Tak terurus, Bandara Lubuk Linggau jadi tempat balapan liar
    Bandara.

    Landasan Bandar Udara Silampari Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan dijadikan warga arena balap sepeda motor. Bahkan tidak sedikit warga yang menggunakan bandar udara tersebut sebagai tempat belajar mengemudi kendaraan roda empat.

    "Pada hari-hari pesawat tidak masuk kami memanfaatkan landasan itu untuk belajar mengemudi mobil, tapi ada juga anak muda kebut-kebutan balap sepeda motor," kata Misnah, seorang warga yang tengah belajar mengemudi kendaraan roda empat di landasan tersebut, Seperti dikutip dari Antara, Selasa (15/10).

    Dia mengatakan, lokasi itu sangat luas dan terdapat jalan umum melintas di landasan bandara tersebut, sehingga masyarakat leluasa bermain dan belajar mengemudi kendaraan roda empat. Pada hari lebaran landasan pesawat Silampari itu juga menjadi lokasi obyek wisata. Banyak warga menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua berkumpul membawa keluarga.

    Namun bila ada petugas mengisyaratkan akan masuk pesawat masyarakat keluar lapangan, dan belum ada penjagaan ketat terhadap pengamanan Bandara Silampari, kata seorang warga di sekitar bandara tersebut.

    Seorang aktivis Kota Lubuk Linggau Herman Sawiran menyarankan, pemerintah daerah harus membuat pengamanan ketat di sekitar bandara tersebut karena bisa menimbulkan korban jiwa.

    "Kami menilai saat ini belum ada upaya serius pemerintah daerah, khusus Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menangani bandara tersebut," katanya.

    Mestinya tidak ada lagi jalan umum melintasi bandara tersebut, terlebih landasan itu sudah berfungsi meskipun baru dua kali seminggu disinggahi pesawat.

    Pengamanan di sekitar bandara wajib dilakukan, baik dari gangguan manusia maupun hewan ternak, karena pesawat akan terganggu mendarat bila situasi lapangan tidak aman.

    Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musirawas Ari Narsa membenarkan bahwa keamanan bandara itu masih minim.

    "Kita mulai tahun ini memprogramkan memindahkan jalan umum yang melintasi bandara itu ke lokasi lain, di samping akan melakukan pemagaran di sekeliling landasan tersebut," ujarnya.

    Perluasan bandara Silampari terus dilakukan terkait akan beroperasi secara rutin maskapai Boeing 737-500 awal 2014. Untuk 2013 pihaknya akan membebaskan lahan warga selas 7,2 hektare terdiri atas perpanjangan landasan 6,2 hektare dan satu hektare lokasi apron atau parkir pesawat, jelasnya.

    Sumber: merdeka.com

    Selasa, 15 Oktober 2013

    Kisah Budak yang Jadi Jamaah Haji Pertama Asal Inggris


    Kisah Budak yang Jadi Jamaah Haji Pertama Asal Inggris

    Joseph Pitts diyakini sebagai pria muslim Inggris pertama yang melaksanakan ibadah haji. Pria yang hidup pada 1663 hingga 1739 ini pada zamannya merupakan budak.

    Meski Pitts kemungkinan bukan muslim Inggris yang pertama kali berhaji, setidaknya pria ini telah mengeluarkan tulisan pertama di Inggris tentang haji. Sementara, wanita mislim dari Inggris yang tercatat pertama kali menunaikan ibadah haji adalah Lady Evelyn Cobbold (1867-1963).

    Diberitakan Arab News, (15/10/2013), Joseph Pitts yang lahir di Exeter ini telah mengenyam pendidikan dasar sebelum berkelana melintasi samudera di saat muda. Pada perjalanan pertamanya pada 1678, perahunya ditangkap oleh patroli Aljazair saat berada di lepas pantai Spanyol.

    Kemudian Pitts 2 kali dijual sebagai budak di Aljazair. Setelah itu, Pitts memeluk agama Islam. Sekali lagi dia dijual oleh tuan ke duanya. Saat itulah Pitts menemani tuan ke tiganya untuk perhi berhaji ke Mekah sekitar tahun 1685 atau 1686. Keduanya tiba di Jeddah, Arab Saudi, dan menghabiskan waktu selama 4 bulan di Tanah Suci sebelum pergi ke Madinah.

    Setelah menunaikan ibadah haji, Pitts mendapatkan kebebasannya. Dia kemudian menghabiskan waktunya beberapa tahun sebagai tentara di Aljazair, sebelum melarikan diri saat bertugas di laut.

    Pitts melintasi Italia dan Jerman dengan berjalan kaki. Dia kembali ke Ingris setelah 17 tahun meninggalkan tanah kelahirannya itu. Di malam pertamanya di tanah kelahirannya, Pitts dipaksa bersekongkol melawan Angkatan Laut. Saat dibebaskan, dia menuliskan pengalamannya dalam sebuah buku berjudul "A Faithful Account of the Religion and Manners of the Mahometans" yang diterbitkan pertama kali pada 1704. Versi lengkapnya diterbitkan pada 1731.

    Buku ini kemudian di terbitkan ulang, bersamaan dengan komentar yang diberikan oleh sarjana Arab Paul Auchterlonie dengan judul "Encountering Islam; Joseph Pitts: An English Slave in 17th-century Algiers and Makkah."

    Buku itu mencakup hampir semua elemen "religi dan sopan santun", termasuk diskripsi dalam Bahasa Inggris-untuk pertama kalinya-tentang situs-situs suci di Mekah dan Madinah. Semua ritual dan praktik sehari-hari muslim dijelaskan secara mendalam oleh Pitts dalam buku ini.

    Yang didiskripsikan dalam buku itu antara lain masakan Turki dan anak Aljazair, perempuan, dan gulat. Di antara itu semua, tema yang diulang adalah kekaguman Pitts terhadap kekhusuyykan dan kepatuhanmuslim pada aturan ritual mereka. Dia juga menulis emosi yang mengharukan para peziarah saat mereka melakukan haji.

    Sementara, Lady Evelyn yang merupakan sosialita, pemilik perkebunan di dataran tinggi Scotlandia juga tercatat sebagai perempuan kelahiran Inggris yang pertama menunaikan ibadah haji ke Mekah.

    Lady Evelyn yang Fasih berbasa Arab ini melaksanakan haji pada tahun 1933. Dia mengeluarkan catatannya yang berjudul "Pilgrimage to Makkah" tahun berikutnya.

    Sumber: liputan6.com