Selasa, 27 Agustus 2013

Kisah Mengharukan, Muslim Jaga Saudara Kristiani Yang Sedang Beribadah di Gereja

Mesir kini sedang berada dalam konflik pelik dan telah menjatuhkan ratusan nyawa menjadi korbannya. Bagi banyak orang, Mesir kini menjadi negara yang mencekam. Demonstrasi, kerusuhan dan pertikaian di mana-mana mengubah Mesir yang dulunya adalah negara ramah dan indah menjadi kelam dan menakutkan. Tapi ternyata, kerukunan di Mesir tidak mati begitu saja.

Kerukunan antar umat beragama masih terjaga di sana. Di tengah konflik membara, umat Muslim di sana menjaga gereja ketika umat Kristen Koptik melaksanakan ibadah. Mereka berdiri di depan gereja, membuat barisan seperti benteng dan memastikan bahwa teman-teman mereka yang sedang beribadah tidak tertanggu dan tidak diserang oleh orang-orang yang bermaksud mengacaukan segalanya.

Dalam foto yang beredar di internet ini, diberitakan bahwa 20 pria muslim mengenakan pakaian tradisional Islam berjejer sambil berpegangan tangan di depan sebuah katedral yang besar. Tindakan itu dilakukan dengan maksud untuk melindungi gereja dari aksi perusakan dan serangan saat umat Kristen menghadiri misa di dalam gereja itu. Foto ini mengundang rasa haru dan optimis dari seluruh dunia bahwa rasa kemanusiaan dan rasa kedamaian masih hidup di hati setiap manusia.


Gereja yang dijaga oleh Umat Muslim | source merdeka.com
Gereja yang dijaga oleh Umat Muslim | source merdeka.com

Penyerangan gereja di Mesir sama gencarnya seperti Masjid yang diserang oleh kaum yang sedang berkonflik. Foto ini membuat banyak orang berdoa semoga konflik di Mesir segera selesai. Tahukah Anda, bahwa ketika ibadah Salat Jumat, para pemeluk Kristen Koptik juga membuat 'perisai' yang sama untuk saudara Muslim mereka? Mereka membentangkan tangan, bergandengan dan memberi 'benteng' bagi kaum Muslim yang sedang beribadah salat Jumat.


Umat Kristen yang menjaga umat Muslim saat salat Jumat | (c) http://peacetour.org/
Umat Kristen yang menjaga umat Muslim saat salat Jumat | (c) http://peacetour.org/

Menjaga kedamaian tidaklah susah, andai semua orang mengerti bahwa betapa indahnya hidup tanpa konflik dan amarah. Mari kita doakan semoga konflik di Mesir segera usai dan baik umat Islam ataupun Kristen bisa beribadah tanpa rasa takut akan diserang.

Sumber: vemale.com

Aneh dan Ajaib, Gadis Ini Tidur Nyenyak Selama 2 Bulan

 

Putri Tidur tidak hanya eksis di negeri dongeng. Dalam kehidupan nyata, ada ribuan wanita yang memiliki bakat menjadi Putri Tidur sungguhan. Salah satu Putri Tidur itu bernama Imaarl Duprey, dia bisa tidur selama dua bulan.

Tiba-tiba mengantuk, lalu tertidur berhari-hari

Dilansir oleh Dailymail.co.uk, gadis cantik ini berusia 23 tahun. Dia didiagnosis menderita Kleine Levin Syndrome (KLS) atau sering disebut Sleeping Beauty Syndrome. Sindrom ini dimulai saat Imaarl berusia 18 tahun. Dia tertidur 10 hari setelah menghadiri sebuah pesta keluarga. Semakin hari, Imaarl merasakan keanehan, dia sering ngantuk tanpa sebab, lalu lemas, pandangan kabur dan tertidur sangat lama.

Sindrom ini tidak menyerang setiap hari, tetapi sekali datang, Imaarl tidak punya persiapan.


(c) dailymail.co.uk

"Suatu malam saya berada di sebuah pesta, tiba-tiba aku berbaring di lantai. Semua orang berjalan melewatiku. Untungnya, pihak hotel menemukan saya sudah tertidur dan saya diantar ke tempat teman-teman saya. Sangat menakutkan memikirkan hal seperti terjadi pada saya," ujar Imaarl.

Gejalanya Mirip Obat Bius

Seiring berjalannya waktu, Imaarl semakin mengenali gejala yang muncul jika sindrom Putri Tidur menyerang. Gejalanya mirip pengaruh obat bius, Imaarl mulai lemas, pandangan kabur dan hilang kesadaran. Pernah suatu hari, Imaarl merasakan gejala ini di kelas. Dia langsung keluar dan menelepon ibunya sambil menangis. Di saat seperti itu, Imaarl bahkan lupa di mana alamat rumahnya.

Jika sudah tertidur, Imaarl tidak akan bisa bangun. Dia mandi makan, makan, minum dan nonton tv, tetapi dalam kondisi tidur, tidak sadar. Ibu dan saudarinya yang sering membantu Imaarl jika sedang menjadi Putri Tidur.


Imaarl Duprey (kanan) dan saudarinya (c) dailymail.co.uk

Tidak ada yang tahu kapan Imaarl bangun jika sindrom sudah menyerang, bisa sepuluh hari, bahkan pernah hingga dua bulan. Kondisi ini pernah membuat Imaarl melewatkan ujian di kampus dan membuatnya harus mengulang mata kuliahnya yang terlewatkan. Dengan kondisi ini Imaarl lulus pada bulan Desember 2012.

Tidak Ada Yang Salah Dengan Kesehatannya

Sering tidur sampai berhari-hari membuat Imaarl memeriksakan diri ke rumah sakit. Dia sudah menjalani scan tumor otak dan tes narkolepsi. Tidak ada yang salah dengan kesehatannya, karena sindrom ini tidak menyerang kondisi fisik.

Dr Guy Leschziner, konsultan neurologis di Guy's and St Thomas' Hospital mengatakan, KLS adalah gangguan neurologis yang sangat langka dan ditandai dengan rasa kantuk dan waktu tidur selama berhari-hari atau beberapa minggu. Kondisi ini membuat Imaarl merasa hidupnya berada dalam ketidakpastian.

Walau tidak bisa memiliki kontrol atas waktu-waktu tidurnya, Imaarl tetap bersemangat. "Saya tidak yakin dengan masa depan saya, tetapi saya berusaha untuk berpikir positif," ujarnya.

Sumber: vemale.com

Senin, 26 Agustus 2013

Silahkan komentar soal ini : Jokowi Larang Takbir Keliling, Tapi Tidak Untuk Konser Metallica

jokowi metal Jokowi Larang Takbir Keliling, Tapi Tidak Untuk Konser Metallica

"Saya puaaas." Dua kata itulah yang dikatakan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) kepada wartawan begitu keluar dari stadion GBK setelah menyaksikan konser Metallica, Minggu (25/8/2013) sekitar pukul 22.45 WIB.

Jokowi puas karena sejumlah lagu favoritnya dibawakan band asal California itu dalam konser yang dipadati puluhan ribu fans fanatik.

"Beberapa lagu kesukaan saya dibawain sama Metallica, pokoknya senang," tutur Jokowi yang datang dengan berkaos hitam Metallica ini.

Jokowi mengaku bukan kali ini saja menyaksikan penampilan Lars Ulrich cs. Tahun 1993, saat band metal ini tampil di Stadion Lebak Bulus, Jokowi menjadi salah satu penontonnya. Hal itu dilakukan Politikus PDI Perjuangan ini demi kecintaannya kepada Metallica.

Maka tak heran, Jokowi ikut mengajak para koleganya seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, dan mantan calon wakil gubernur Jawa Barat Teten Masduki.

Tentu antusiasme Jokowi berbeda dengan takbir keliling yang hendak dilakukan warga Muslim Jakarta, bulan lalu. Jokowi secara tegas melarang warganya untuk ikut takbir keliling. Larangan Jokowi terasa aneh karena dalam sejarah gubernur DKI dan mungkin gubernur se Indonesia, hanya dia satu-satunya Gubernur yang melarang takbir keliling.

"Kita mengimbau masyarakat agar takbirannya di masjid-masjid saja. Tidak usah keliling, tidak usah konvoi," ungkap Jokowi.

Karena itu, kata Jokowi, bila ada warga yang tetap mengadakan malam takbiran dengan keliling dan konvoi, mereka akan segera diamankan pihak kepolisian.

"Urusannya para kepolisian. Tapi cukup berbahaya jika dibiarkan tarawih konvoi dan keliling kota memadati ruas-ruas jalan tertentu. Selama ini, takbiran umumnya diadakan dengan menyusuri jalan raya sembari bernyanyi."

Padahal apa dosa melakukan takbir keliling? Tidak ada. Warga hanya mengapresiasikan dirinya dalam Syiar keagaamaan dalam menyambut hari kemenangan umat Islam. Mereka tidak membawa bir dan menenggak alkohol. Berbeda dengan konser Metallica sebagaimana dilaporkan wartawan Kompas TV (25/8) yang mencium bau alkohol di sekitar tempat konser. Wajar saja, karena salah satu permintaan khusus Metallica kepada panitia adalah disediakannya bir lokal bagi para personil Metallica.

Takbir keliling jelas ada landasan syar'inya. Dalam pandangan Islam, kegiatan ini bagian dari syiar Islam yang mengagungkan ketaqwaan. Berbeda dengan konser Metalica yang tidak berdampak pada ketakwaan warga Jakarta. Tidak ada penelitian yang mengatakan pasca konser Metallica diadakan angka kejahatan tiba-tiba menurun.

Maka, seharusnya Jokowi sadar. Sebagai gubernur di provinsi yang mayoritas warganya muslim, jangan sampai mengambil langkah-langkah yang menyinggung perasaan umat Islam. Apalagi di satu sisi menekan syiar keIslaman, tapi di sisi lain mengakomodir syiar kejahiliyahan.

Sumber: http://www.islampos.com/jokowi-larang-takbir-keliling-tapi-tidak-untuk-konser-metallica-75437/