Minggu, 18 Agustus 2013

Kucing dan Keistimewaannya dalam Pandangan Islam



Banyak mitos yang bertebaran di setiap kehidupan kucing mulai dari memiliki 9 nyawa hingga sebagai jelmaan dewa. Seperti yang terjadi pada masa dinasti Fir'aun 3000 tahun yang lalu, kucing amat dipuja karena dianggap sebagai titisan dewa.
 
Lain di Mesir lain pula di Eropa, di dataran ini kucing dianggap sebagai sihir setan atau pembawa bencana. Tak pelak lagi, pada masa abad kegelapan terjadi pemusnahan besar-besaran terhadap hewan lucu ini, hingga menyebar ke Afrika Utara. Padahal, wabah yang oleh masyarakat saat itu dianggap sebagai kutukan adalah jenis penyakit pes yang diakibatkan oleh meledaknya populasi tikus dan penurunan populasi kucing sebagai predator.
 
Nabi Muhammad SAW dan Kucing Kesayangannya

Di dalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan islam.
Nabi Muhammad memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.
 
Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.
 
Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.
 
Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri. Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.
 
Dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai" (HR. Bukhari).
 
Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.
 
Penghormatan Para Tokoh Islam Terhadap Kucing

Pada abad ke-13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat Islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para Khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata uang. Bahkan di dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.
 
Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa dinasti Mamluk, Baybars Al Zahir, seorang Sultan yang juga pahlawan garis depan dalam Perang Salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan di dalamnya. Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara Islam.
 
Hingga saat ini, mulai dari Damaskus, Istanbul, hingga Kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat.

Sumber:

Jangan Hindari Seledri Karena Sayuran Ini Bisa Lawan Kanker

Jangan Hindari Seledri Karena Sayuran Ini Bisa Lawan Kanker

Seledri yang banyak digunakan pada sayur sup atau bakso, jangan diabaikan. Karena menurut penelitian terbaru di Amerika Serikat, seledri memiliki bahan kimia yang dapat membunuh sel kanker pankreas.

Pemimpin studi, Profesor Elvira de Mejia mengatakan bahwa jika Anda makan banyak sayuran ini sepanjang hidup Anda, mungkin Anda akan memiliki semacam zat pertahanan kekebalan tubuh yang disebut flavonoid bioaktif. Zat ini membantu mengurangi risiko kanker.

Seperti dikutip dari laman Mirror, Minggu (18/8/2013) seledri memiliki senyawa apigenin dan antioksidan yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Sebelumnya, senyawa Apigenin sebelumnya telah terbukti juga dapat menurunkan perkembangan tumor. Maka itu, sangat disarankan pengidap kanker payudara untuk sering mengonsumsinya. Dan saat ini, peneliti menemukan seledri ini juga ternyata dapat melawan sel ganas pada penderita kanker pankreas.

Dalam tes yang diujicoba, peneliti menemukan kalau seledri memiliki kekuatan untuk melawan sel kanker lima kali lipat lebih kuat.

Profesor de Mejia juga mengatakan bahwa orang-orang yang sudah menderita kanker tidak akan sembuh dengan mengonsumsi makanan kaya flavonoid (antioksidan) saja, tetapi juga perlu menambahkan obat.

Dr Jodee Johnson yang merupakan bagian dari penelitian tersebut juga mengatakan, tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan obat. Jadi hal ini dapat memperpanjang hidup pasien.

Sumber : liputan6.com

Kenali Tanda-tanda Penyakit Jantung Berikut Ini

Kenali Tanda-tanda Penyakit Jantung Berikut Ini
Memahami tanda-tanda serangan jantung bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Serangan jantung merupakan pembunuh dan siapa saja bisa menjadi korban.

Kurang olahraga, pola makan yang buruk dan gaya hidup yang tidak menentu dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Untuk itu, Dr Anil Bansal, Kardiolog dengan Columbia Hospital Asia dalam laman yang ditulis dari HealthMeUp, Minggu (18/8/2013) membantu Anda melihat tanda-tandanya.

1. Merasa berat di dada

2. Sakit perut tak tertahankan

3. Nyeri lengan kiri

4. Sakit di bagian rahang dan leher

5. Sesak napas

Jika Anda melihat siapapun dnegan gejala ini, maka Anda perlu segera ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan EKG.

Dr Anil manambahkan, tanda-tanda peringatan lainnya termasuk rasa mual, keringat dingin dan pusing. Kemudian juga ada seperti tekanan kuat di bagian dada.

Pada pria, tanda peringatan yang paling umum adalah nyeri dada. Sementara pada wanita, sesak napas, mual, dan nyeri punggung dan rahang.

Sumber: liputan6.com