Minggu, 05 Mei 2013

Inilah Kekerasan yang Dilakukan Bos "Perbudakan" di Tangerang

Inilah Kekerasan yang Dilakukan Bos "Perbudakan" di Tangerang
Penyakit kulit yang diderita Sukaedi (18), buruh pabrik industri pengolahan limbah menjadi perangkat aluminium terlihat di Polres Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2013). Polres Kota Tangerang dan Kontras menggerebek serta membebaskan 34 buruh yang disekap di pabrik wajan di Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang.

Aparat Polresta Tangerang melakukan rekonstruksi kasus "perbudakan" buruh pada sebuah pabrik limbah Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, Sabtu (4/5/2013).

Rekonstruksi tidak dilakukan dilokasi melainkan di halaman Mapolresta Tangerang sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Berdasarkan hasil rekonstruksi adegan "perbudakan" itu, kepolisian menguak perbuatan tidak berperikemanusiaan dan sewenang-wenang yang dilakukan pemilik serta para centeng buruh pabrik terhadap para pekerjanya di sana.

"Pemukulan terjadi sejak awal buruh bekerja di tempat usaha tersebut," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Kompol Shinto Silitonga dalam keterangannya kepada Kompas.com, Sabtu (4/5/2013) siang.

Shinto mengatakan, ada 83 adegan rekonstruksi. Empat orang sudah menjadi tersangka dalam kasus tersebut, termasuk si pemilik pabrik, Yuki Irawan (41). Tiga tersangka lainnya adalah Tedi Sukarno (35), Sudirman alias Dirman (34), dan Nurdin alias Umar (25). Apa saja bentuk tindakan tidak manusiawi yang dilakukan para tersangka? Berikut esensi hasil rekonstruksi yang disampaikan Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Shinto Silitonga:

1. Tersangka TS (35) telah melakukan kekerasan fisik terhadap 16 buruh dengan cara memukul dengan tangan, menampar, menendang, menyundutkan rokok, dan siram air panas.

2. Tersangka YI (41) telah melakukan kekerasan fisik terhadap 13 buruh dengan cara menampar, memukul dengan tangan, dan mendorong kepala.

3. Tersangka S alias D (34) telah melakukan kekerasan fisik terhadap 4 buruh dengan cara menampar dan memukul kepala dari belakang.

4. Tersangka N alias U (25) telah melakukan kekerasan fisik terhadap 5 buruh dengan cara memukul dengan tangan, menampar, dan memukul kepala.

Sebelumnya, kepolisian bersama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) membebaskan penyekapan sekitar 30 buruh pabrik wajan di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak, Tangerang, Banten, Jumat (3/5/2013) sore.

Aktivis Kontras, Syamsul Munir, menjelaskan, awalnya pihaknya menerima pengaduan dari dua orang buruh yang berhasil kabur dari pabrik, yakni Andi (19) dan Junaedi (20). Saat itu, keduanya mengaku diperlakukan tak manusiawi oleh pemilik pabrik. Mereka harus bekerja dari pukul 06.00 WIB sampai tengah malam dengan hanya diberi dua kali makan, bahkan, mereka tak diberi gaji.

Sumber: kompas.com

5 Produk kopi termahal di dunia

5 Produk kopi termahal di dunia
Ilustrasi kopi. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Shaiith

Kopi menawarkan sensasi pahit legit yang bikin ketagihan. Tak heran, jika banyak orang suka menikmati kopi sebagai minuman favorit saat bersantai. Untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, pohon kopi telah dibudidayakan di lebih dari 70 negara, terutama di Amerika Latin, Asia Tenggara, Asia Selatan dan Afrika. Berikut adalah tujuh jenis kopi dengan harga selangit di dunia, seperti dilansir mostcostly.com.

1. Kopi Luwak, USD160 (Rp 1,5 juta) per setengah kg

Kopi Luwak adalah produk kopi asli dari Indonesia, yang berasal dari biji kopi yang telah dimakan, lalu diproses di dalam tubuh, dan dikeluarkan dalam kotoran musang (Luwak) (Paradoxurus hermaphroditus). Produsen biji kopi ini berpendapat bahwa proses pencernaan dalam tubuh musang dapat meningkatkan aroma dan rasa kopi melalui dua mekanisme, yakni seleksi dan pencernaan. 

5 Produk kopi termahal di dunia

Seleksi terjadi ketika musang memilih biji kopi yang akan dimakannya. Kemudian biji diproses dalam tubuh musang dan dikeluarkan bersama kotorannya. Kopi luwak dari Indonesia dijual seharga sekitar USD 30 (Rp 292.020) per cangkir di kedai kopi di Jepang dan Amerika Serikat.

2. Hacienda La Esmeralda Coffee, USD 104 (1 juta) per setengah kg

Tanaman kopi ini dibudidayakan di Boquete, Panama. Kopi yang tumbuh di bawah naungan pohon-pohon jambu biji tua ini banyak dipuji karena rasa dan aromanya yang unik dan kuat. Kopi ini juga menerima berbagai penghargaan termasuk dalam kompetisi kopi terbaik Panama tahun 2004, 2005, 2006, 2007, 2009 dan 2010.

3. Island of St. Helena Coffee Company, USD 79 (Rp 768.986) per setengah kg

Tanaman kopi ini dibudidayakan di St Helena, 1.200 mil di lepas pantai Afrika. Bibit dari varietas kopi ini dibawa dari Yaman pada tahun 1730. Kopi St Helena awalnya sempat turun pamor selama lebih dari satu abad, sampai suatu hari David R. Henry kembali mengekspornya di awal tahun 1990-an.

4. El Injerto Coffee, USD 50 (Rp 486.700) per setengah kg

Tanaman kopi El Injerto dibudidayakan di Huehuetenango, Guatemala. Produk kopi dari wilayah Huehuetenango, Guatemala, ini berada di peringkat ke-4 di antara kopi mahal lainnya di dunia. El Injerto bahkan memenangkan tempat pertama dalam kompetisi 2006 Cup of Excellence.

5. Blue Mountain Coffee, USD 49 per setengah kg

Pohon kopi ini dibudidayakan di Wallenford Estate, Jamaika. Blue Mountain telah dijual di sebagian besar daerah di Jepang dan sekitar 85% komoditi kopi diekspor ke sana. Kopi ini juga sangat populer di kalangan pecinta kopi karena rasa dan aromanya yang ringan.

Lima produk kopi ini memiliki harga selangit. Namun, hal tersebut tentunya sepadan dengan rasa dan aroma yang ditawarkan.

Berlibur sendirian bikin orang rentan selingkuh?

Berlibur sendirian bikin orang rentan selingkuh?
Ilustrasi pasangan berlibur. ©Shutterstock/Goodluz

Bepergian sendirian memang memiliki banyak manfaat bagi mental. Namun Anda juga harus hati-hati, karena berlibur sendirian bisa menyebabkan orang rentan berselingkuh, ungkap survei terbaru.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Triposo pada lebih dari 700 wisatawan, mereka mengungkap bahwa wisatawan yang bepergian sendiri rentan berselingkuh.

Sekitar enam persen wisatawan mengaku berselingkuh dari pasangan mereka ketika berlibur sendirian. Bahkan, sekitar 25 persen mengaku mereka bisa melakukan 'one night stand' dengan orang asing ketika berlibur sendirian.

Lantas, apa yang menyebabkan kecenderungan ini. Alkohol bisa jadi penyebab utamanya. Sekitar 60 persen responden mengaku melakukan seks atau berselingkuh dengan orang lain setelah mereka mengonsumsi alkohol, seperti dilansir oleh ABC News (03/05).

Alkohol tak hanya menyebabkan orang berselingkuh dan melakukan hubungan seks tanpa sadar, tetapi juga melakukan hal lain yang memalukan. Sekitar 20 persen mengaku pernah buang air kecil di tempat umum, dan 10 persen mengaku pernah muntah di tempat umum setelah minum alkohol dalam perjalanan wisata sendirian.

"Bagi banyak orang berlibur sendirian adalah kesempatan untuk berpetualang dan merasa bebas. Bagi kebanyakan orang, ini bisa memberikan dampak positif, yaitu menyegarkan otak, mencoba makanan baru, tempat baru, dan lainnya. Namun ada juga orang yang membawa hal ini terlalu jauh hingga bisa menyakiti diri mereka dan orang lain," ungkap Richard Osinga, pemilik Triposo.

Osinga menganggap bahwa liburan memang dimaksudkan untuk bersenang-senang dan membebaskan diri dari rutinitas. Semua orang boleh bersikap bebas asal tidak membahayakan diri mereka sendiri, mengganggu orang lain, atau melakukan hal yang kelewat batas.

Sumber: merdeka.com