Minggu, 24 Februari 2013

Pilkada Jabar : Quick Count Indo Barometer Menangkan Aher-Deddy Mizwar Satu Putaran


Jakarta
- Hasil quick count yang diselenggarakan oleh Indo Barometer menunjukkan bahwa Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar meraih suara 32,38 persen. Artinya kemungkinan besar Aher-Deddy menang Pilgub Jabar 1 putaran.

"Dukungan terhadap Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar lebih dari 30 persen suara, dengan demikian Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar memenangkan pemilukada Jawa Barat versi quick count Indo Barometer dalam 1 putaran," kata Direktur Indo Barometer, M Qodari, dalam siaran pers, Minggu (24/2/2013).

Kemenangan Ahmad Heryawan, menurut Qodari, termasuk surprise di tengah kemelut kasus dugaan korupsi petinggi PKS. Kemenangan Ahmad Heryawan–Deddy Mizwar menunjukkan bahwa mesin politik PKS masih solid.

"PKS cepat melakukan konsolidasi kader. Posisi Deddy Mizwar sebagai calon wakil gubernur yang dipilih oleh Ahmad Heryawan untuk mendampinginya juga terbukti efektif. Deddy Mizwar sebagai artis papan atas nampaknya cukup besar memberikan kontribusi suara," ungkap Qodari.

"Iklan-iklan produk yang dibintangi Deddy Mizwar yang gencar ditayangkan di media televisi nampaknya memberi pengaruh tingkat keterpilihan Ahmad Herywan – Deddy Mizwar," tegasnya.

Berikut hasil quick count yang dilakukan Indo Barometer:

1. Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib: 2,03 persen.
2. Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim: 12,32 persen.
3. Dede Yusuf-Lex Laksamana: 26,09 persen.
4. Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar: 32,38 persen.
5. Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki: 27,18 persen.

Sumber: detik.com

Real Count Sementara KPU Jabar, Aher Masih Nomor Satu


Bandung
- Hingga pukul 18.30 WIB, Minggu (24/2/2013), berdasarkan hasil penghitungan suara real count KPU Jabar, pasangan nomor urut empat Ahmad Heryawan (Aher) -Deddy Mizwar masih menempati posisi satu. Aher-Deddy sementara meraih 460.115 suara atau 33,3 persen.

Data tersebut berdasarkan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang masuk 4.757 TPS dari 74.948 TPS di Jabar. Persentase TPS yang masuk 6,347 persen, dan persen suara yang masuk dari daftar pemilih tetap (DPT) 4,244 persen.

Dede Yusuf-Lex Laksamana menguntit dengan 354.955 suara (25,7 %), menyusul Rieke Diah Pitaloka-Teten mendapat 347.310 (25,2 %). Posisi keempat Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim mendapat195.760 (14,2 %), dan ranking lima Dikdik Mulyana Arif Mansyur-Cecep N.S. Toyib memperoleh 26.699 (1,9 %).

Sumber: detik.com

Anas Tantang SBY

Anas Tantang SBY
AAGN Ari Dwipayana Dosen UGM

Pengajar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta AAGN Ari Dwipayana, menilai Anas Urbaningrum sedang menyatakan perang terbuka kepada faksi-faksi yang merapat ke Keluarga Cikeas.

Ari Dwipayana menilai hal itu berdasarkan pernyataan Anas ketika menyampaikan pengunduran dirinya dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat sehari setelah penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh KPK.

"Pidato Anas pernyataan 'perang terbuka'. Menyebut dirinya sebagai 'bayi yang tidak dikehendaki' bisa dimaknai, sejak awal, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai patron utama di Demokrat tidak menghendaki dirinya. Bahkan Anas menyebutkan lawan-lawan politiknya berpolitik secara sadisme dengan intrik-fitnah, bukan berpolitik secara santun," tutur Ari Dwipayana ketika dihubungi di Yogyakarta, Minggu (24/2/2013).

Anas juga dinilai berupaya memosisikan dirinya sebagai korban yang teraniaya intrik politik. Tidak hanya mengundurkan diri dari posisi ketua umum, dia menyatakan memilih menjadi "orang bebas dan merdeka".

Dia juga menyampaikan pesan, langkah ini akan diikuti gerbong-gerbong politiknya dan akan ada pertarungan baru dengan strategi membuka kartu satu demi satu.

Sangat mungkin, tambah Ari, Anas akan meniru langkah Nazarudin yang membuka kasus terkait elite Partai Demokrat lainnya.

Sumber: kompas.com