Minggu, 20 Januari 2013

Mendagri hilangkan syarat cap sidik jari pembuatan e-KTP

http://www.amyunus.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/10/e-ktp.jpg

Pelaksanaan program elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP) tidak semulus yang direncanakan. Saat ini persoalan distribusi e-KTP menumpuk di kecamatan hampir di seluruh Indonesia.

"Maka Mendagri telah menindaklanjuti, dengan menerbitkan surat edaran pada tanggal 18 Desember 2012, yang ditujukan kepada para bupati atau wali kota. Yang intinya dispensasi penyerahan e-KTP secara massal, tanpa memerlukan verifikasi sidik jari terlebih dahulu," kata Mendagri Gamawan Fauzi saat rapat kerja dengan Komisi II DPR di komplek parlemen, Senayan Jakarta, Senin (21/1).

Menurut Gamawan, kebijakan tersebut juga sebagai jawaban dari desakan Komisi II DPR, yang menginginkan pendistribusian e-KTP cepat selesai. Hal itu mengingat pelaksanaan Pemilu 2014 yang semakin dekat.

Meski Mendagri memberikan dispensasi untuk tidak menyertakan cap sidik jari, namun yang bersangkutan tetap diharuskan melakukannya di lain waktu. Dan juga yang bersangkutan diwajibkan mengembalikan KTP non elektronik, atau KTP lama.

Target penyelesaian e-KTP 172.015.400 penduduk pada 31 Desember 2012, telah diselesaikan 6 November pada tahun yang sama.

"Perkembangan sampai dengan tanggal 31 Desember 2012, hasil perekamatan e-KTP sudah mencapai 175.142.720 wajib KTP," terang Gamawan.

Dengan demikian, lanjut Gamawan, sisa pekerjaan fisik yang harus diselesaikan adalah pencetakan blanko berbasis chip sebanyak 12.965.400 keping, personalisasi sebanyak 48.371,992 keping, dan distribusi sebanyak 60.218.638 keping.

Untuk penyelesaian sisa pekerjaan itu, Mendagri melakukan perpanjangan kontrak sampai 31 Oktober 2013 yang diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Akan tetapi kami telah meminta kepada konsorsium, agar penyelesaian sisa pekerjaan tersebut dapat dipercepat sampai sekitar bulan Juni 2013 atau akhir semester I," katanya.

Sumber : merdeka.com

6 Tanda Meredupnya iPhone




Walaupun mengusung sejumlah pembaruan, iPhone 5 yang dirilis Apple September lalu tidak terlihat banyak berbeda dari pendahulunya.

Kabar bahwa penjualan smartphone ini tak sesuai harapan bahkan menciptakan kekhawatiran di kalangan investor Apple sehingga sempat menurunkan harga saham perusahaan itu.

Apakah Apple telah kehilangan daya magis seperti saat berada di bawah almarhum Steve Jobs dulu?

Penerus iPhone 5 berikut sebuah iPhone versi murah dikabarkan bakal meluncur pertengahan tahun ini. Namun, boleh jadi saat itu iPhone sudah tak menarik lagi. Berikut alasannya, seperti dikutip dari Cnet:

1. iOS mulai membosankan

Di tengah meroketnya popularitas Android dan kemunculan Windows Phone 8, sistem operasi mobile iOS milik Apple mulai terlihat usang. Sementara, Apple tak bisa seenaknya mengubah iOS tanpa membuat marah jutaan pengguna setianya.

Bisakah sistem operasi ini kembali merevolusi dunia mobile, seperti yang dilakukannya lewat iPhone generasi pertama dulu?

2. Duet Samsung dan Android semakin mematikan


Serbuan berita, resensi, dan informasi positif mengenai perangkat-perangkat buatan Samsung, rival berat Apple, memberi angin segar bagi popularitas perusahaan asal Negeri Ginseng itu.

Bahkan, perangkat Samsung seperti Galaxy S IV sudah banyak diberitakan sebelum benar-benar muncul sehingga menciptakan sensasi, mirip dengan yang biasa ditimbulkan oleh produk-produk Apple.

3. Apple sekarang bukan lagi Apple yang dulu

Tim Cook memang berhasil menjalankan perusahaan raksasa ini dengan baik, tapi gayanya terlihat berbeda dengan Steve Jobs.  

Apple tak lagi mendikte konsumen mengenai barang apa yang seharusnya mereka inginkan, seperti pada masa Steve Jobs. Sebaliknya, Apple kini cenderung memberi apa yang diinginkan oleh konsumen.

Contohnya seperti iPad Mini yang dulu tak mau dibuat oleh Steve Jobs. Apabila nantinya benar-benar ada iPhone versi murah, maka Apple akan semakin melenceng dari pakemnya selama ini.

4. Anak muda tak lagi menganggap Apple "keren"


Begitu iPhone banyak dipakai oleh orang dewasa, maka hilanglah pesona perangkat ini di mata kaum muda. Malahan, sebuah survei yang dilansir Forbes menunjukkan bahwa predikat "keren" secara mengejutkan sudah mulai beralih ke perangkat Windows Phone.

5. Harga produk Apple di luar jangkauan kantong banyak orang


Sebagian kesuksesan Apple dibangun lewat ekspansi ke pasar global, tapi di banyak wilayah dunia, harga produk Apple masih terlalu mahal untuk sebagian besar konsumen.

Sementara itu, para kompetitor seperti perangkat Android berhasil mengejar Apple sambil menawarkan harga yang lebih bersahabat dengan kantong.

6. Hilangnya "The Wow Factor"

Maksudnya, gegap gempita yang biasa ditimbulkan oleh produk Apple ketika tampil mengusung inovasi yang luar biasa. Contohnya, seperti iPhone dan iPad ketika pertama kali diperkenalkan dan segera mengundang decak kagum dari seluruh dunia.

Belakangan, Apple kehilangan greget. Sebagai salah satu inovasi terbaru, bahkan Siri sekalipun tak meninggalkan kesan yang dalam. Hanya peningkatan kecil demi peningkatan kecil yang dilakukan Apple, sementara Android semakin mengancam.

Nah, apakah iPhone 6 nanti akan bisa menghidupkan kembali gairah terhadap produk-produk Apple, ataukah perangkat ini hanya akan tampil biasa-biasa saja dan mengecewakan?

Sumber : kompas.com

Rizal Mallarangeng, Elang Hitam, dan 'Detektif Swasta' Proyek Hambalang

Rizal Mallarangeng, Elang Hitam, dan "Detektif Swasta" Proyek HambalangRizal Mallarangeng (kiri) ketika bekerja di ruangan kantornya Freedom Institute, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2013). Kini Rizal bersama timnya yang diberi nama Elang Hitam sedang mencoba menelusuri kasus Hambalang yang diduga melibatkan kakaknya, Andi Mallarangeng.

Tak lama setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek Hambalang, Andi Alfian Mallarangeng menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), 7 Desember 2012 silam. Sejak itu, Andi seolah hilang dari sorotan publik. Namun, yang kerap muncul mewakili Andi adalah adiknya, Rizal Mallarangeng. Setiap pekan, Rizal memberikan keterangan pers. Ia menjadi orang terdepan yang membela sang kakak.

Direktur Eksekutif Freedom Institute itu tidak bekerja sendiri. Dia disokong oleh tim "Elang Hitam" yang kerap dibanggakannya setiap kali memaparkan penjelasan kasus Hambalang. Siapakah tim Elang Hitam itu?

Nama Elang Hitam ternyata tidak lepas dari sosok komandan tim ini. Elang Hitam rupanya adalah nama panggilan atau kode bagi Rizal Mallarangeng selama mengikuti roadshow Ketua Umum Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie ke berbagai daerah. Rizal merupakan Ketua DPP Partai Golkar.

"Selain itu, nama Elang Hitam memang memiliki makna filosofis. Elang itu kan pemakan tikus dan ular, sama seperti KPK dalam memberantas korupsi kan," ungkap Rizal, saat dijumpai Kompas.com, pekan lalu.

Dalam berbagai kesempatan, Rizal selalu menyebutkan bahwa tim Elang Hitam bemarkas di Casablanca HQ. Rupanya, itu bukan nama daerah di kawasan Casablanca, Jakarta Selatan. Kantor tim Elang Hitam adalah di Freedom Institute. Orang-orang yang ada di dalamnya pun merupakan para pegawai lembaga yang banyak bergerak di bidang pendidikan itu. Ia menjelaskan, bahwa Casablanca HQ hanyalah sebutannya.

"Dinamakan Casablanca Headquarter (HQ) ini karena terinspirasi dari film Casablanca," ujar Rizal.

Film klasik tahun 1946 itu dibintangi Humphrey Bogart dan berlatar Perang Dunia kedua. Casablanca adalah sebuah cafe di Maroko yang dijadikan tempat transit para pelarian korban perang. Menurut Rizal, Casablanca mirip dengan peristiwa pasca ditetapkannya Andi sebagai tersangka.

"Setelah kakak saya jadi tersangka, banyak orang Kemenpora berdatangan ke sini dengan kecemasan dan kekhawatiran akan masa depan mereka. Mereka membawakan dokumen-dokumen proyek Hambalang dan tender proyek ini yang menjadi persoalan," ujar Rizal.

Dari situlah, Rizal membentuk tim Elang Hitam. Praktis seluruh pegawai Freedom Institute yang berjumlah 30 orang dilibatkan dalam penelusuran ini. Namun,kasus  hanya lima orang yang fokus mengurusi Hambalang.

"Lima orang itu latar belakangnya kebanyakan mantan jurnalis. Tiga orang mantan jurnalis, satu orang pernah bekerja di media buying agency, dan seorang lagi admin," ucap Ria Yusnita, salah seorang anggota tim Elang Hitam.

Ria merupakan mantan produser eksekutif program berita di sebuah televisi swasta. Ia mengakhiri kariernya di dunia media pada tahun 2004 lalu bergabung dengan Fox Indonesia besutan Choel Mallarangeng hingga akhirnya ke Freedom Institute.

Bak detektif

Rizal menyebut tim Elang Hitam sebagai detektif swasta. Menurutnya, sebutan sebagai detektif swasta layak diberikan karena tim Elang Hitam bertugas mengumpulkan informasi, observasi, investigasi, hingga wawancara.

"Ini memadukan kerja penyidik KPK dengan gaya wartawan. Yah, bisa dibilang sebagai detektif swasta walaupun sebutan itu hanya gimmick," ujar pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan itu.

Tim ini bekerja berdasarkan data awal dari para pegawai Kemenpora ditambah audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Sisanya kita dapat dari wawancara orang-orang dan yang paling penting sih Google. Ini sudah seperti 'detektif Google' Ha-ha-ha," ujar Ria berseloroh.

Pada mulanya, Ria mengaku kesulitan merangkai setiap bagian dalam kasus Hambalang. Saat pertama kali terbentuk, tim Elang Hitam bahkan melakukan rapat hingga pukul 04.00 WIB. Namun, gerak tim Elang Hitam, menurutnya, ternyata mengundang sejumlah pihak untuk memberikan data dan informasi terkait proyek Hambalang. Ada juga tim yang disebut sebagai tim ahli. Tim ini berperan menjelaskan mekanisme dan aturan dalam melakukan tender atau lelang.

Selain itu, informan yang dimiliki tim Elang Hitam juga berasal dari BUMN bidang konstruksi yang mengerti seluk beluk permainan dalam proyek konstruksi. Dari situ pula, Rizal mengetahui rekam jejak dan keterkaitan para pimpinan perusahaan konstruksi dengan sejumlah politisi Demokrat dan pihak kementerian.

"Kasus Hambalang ini multi dimensi mulai dari persoalan aturan, tender, proyek, sangat rumit untuk dimengerti. Makanya kami mendapat bantuan dari tim advance atau tim ahli itu untuk masukan atau info-info kecil tapi bermakna. Informasi ini tidak kami terima begitu saja, tapi kami diskusikan dan kroscek kebenarannya," ucap Rizal.

Untuk mengetahui proyek Hambalang, tim Elang Hitam pun turun langsung melihat proyek yang kini dihentikan pembangunannya itu. Ria mengatakan, ketika itu ada tiga orang rekannya yang meninjau ke lapangan untuk melihat alat-alat yang diduga digelembungkan dananya hingga ratusan bahkan ribuan kali lipat.

Setelah kasus ini mencuat, proyek Hambalang, Bogor pun dijaga ketat petugas keamanan. Ria mengaku sempat was-was timnya tidak bisa masuk. Namun, tim Elang Hitam berhasil menembus pengamanan itu dan berhasil mengabadikan gambar sejumlah alat mechanical electric yang diduga pembeliannya dengan menggelembungkan dana. Setidaknya, tim Elang Hitam menemukan ada 38 items pengerjaan mechanical electric yang digelembungkan. Dari sinilah, tim Elang Hitam menyimpulkan locus perkara korupsi proyek Hambalang berada.

Satu per satu rangkaian peristiwa yang terpisah dalam proyek Hambalang ini pun hampir utuh. "Hampir utuh puzzle yang kami dapat. Ini hampir final, kira-kira untuk sejauh ini hanya butuh satu bulan lah," ujar Rizal.

Dalam konstruksi konsep proyek Hambalang yang dibuat tim Elang Hitam, tim ini banyak menyoroti peran tokoh-tokoh sentral yang kerap disebut terkait proyek Hambalang. Ia sempat menyebut Menteri Keuangan Agus Martowardoyo, Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati, dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

"Kami berharap agar temuan-temuan kami ini bisa mempertajam arah penyidikan KPK," ucap Rizal.

Lebih dari satu bulan tim Elang Hitam bekerja. Rizal mengaku akan terus mencari kebenaran lantaran ia yakin sang kakak tidak bersalah. "Saya akan terus seperti ini sampai kakak saya dinyatakan bebas. Saya tahu dia, tidak mungkin orang baik bisa tiba-tiba korupsi, tidak ada pola korupsi dalam diri kakak saya," ujar pria lulusan Ohio State University itu.

KPK sudah menetapkan Andi Mallarangeng sebagai tersangka. KPK berdalih, Andi tidak hanya ditetapkan sebagai tersangka karena persoalan tanda tangan pengajuan kontrak multiyears proyek Hambalang saja, tetapi Andi ditengarai menerima aliran dana proyek senilai Rp 2,5 triliun. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Andi hingga kini belum ditahan

Sumber : kompas.com