Minggu, 06 Januari 2013

6 Ciri Fisik Pria yang Meningkatkan Libido Wanita



Berbeda dengan kaum pria, wanita memerlukan banyak syarat agar hubungan seksualnya membuahkan orgasme. Salah satu syarat tersebut adalah suasana yang nyaman dan romantis serta rasa cinta mendalam terhadap pasangannya.

Akan tetapi ternyata ada hal-hal tak terduga, bahkan mungkin dianggap "aneh" oleh kaum pria, yang bisa meningkatkan gairah atau minat seorang wanita terhadap hubungan seks. Ini contohnya.

1. Wajah bersih sehabis bercukur

Selera wanita terhadap pria juga berubah. Kalau mungkin dulu pria berjanggut atau berkumis dianggap seksi, namun tidak dengan saat ini. Menurut sebuah studi baru dari Selandia Baru, wanita sekarang ini lebih menyukai pria dengan wajah yang mulus tanpa janggut ataupun kumis.

2. Alis tebal yang terlihat "galak"

Hal ini mungkin mengejutkan bagi pria, namun tidak bagi wanita yang menyukai novel-novel roman klasik abad 19. Tokoh pria di novel-novel itu biasanya adalah pria dengan tampilan yang "galak" alias tegas. Sebuah studi dalam jurnal Emotion menyimpulkan bahwa wanita menilai pria yang tampak ramah kurang menarik daripada pria yang tampak "galak".

3. Warna Merah

Ingin menarik bagi wanita? Pakailah baju warna merah atau kombinasikan pakaian Anda dengan aksesoris berwarna merah.  Menurut sebuah studi dari University of Rochester yang dimuat dalam Journal of Experimental Psychology, wanita lebih tertarik pada pria dengan baju berwarna merah atau foto dengan latar belakang merah.

4. Suara yang "berat"

Suara berat menurut wanita adalah suara yang seksi dan dapat meningkatkan libido. Bukti terbaru dari pernyataan ini datang dari sebuah studi yang dimuat di jurnal Behavioral Ecology and Sociobiology bahwa pria dengan suara berat lebih mudah untuk mendapatkan pasangan. Ini karena mereka dinilai lebih dominan dan seksi.

5. Sistem imun yang sehat

Kesehatan pria yang baik adalah hal yang seksi bagi wanita, meskipun kadang efeknya di luar kesadaran wanita. Sebuah studi dalam jurnal Nature Communications menemukan bahwa wanita tanpa sadar lebih memilih pria yang tidak mudah sakit karena mereka lebih menarik secara seksual. Secara insting, wanita lebih menyukai pria yang kuat untuk melindungi mereka.

6. Tangan yang terlihat kuat

Percaya atau tidak, tangan pria yang terlihat kokoh dan kuat dinilai seksi dan dapat meningkatkan libido wanita. Tangan yang kuat mencerminkan fisiknya yang juga kuat, dan tangan yang terampil pun akan terlihat semakin seksi bagi wanita.

Sumber : Everyday Health

Seorang dari Sepuluh Anak Mendengkur Alami Gangguan Nafas

shutterstock
Ilustrasi

Penilitian bertajuk PANIC, Physical Activity and Nutrition in Children di Finlandia, mengungkapkan fakta mengejutkan. Sepuluh persen dari anak usia 6 sampai 8 tahun ternyata mendengkur dan menderita sleep apnea. Ngorok dan mendengkur menyimpan gangguan yang tak bisa diremehkan, apalagi bagi anak-anak.

Dengkuran anak bisa saja pelan, tetapi gangguan nafas tetap terjadi. Henti nafas saat tidur atau dikenal dengan sebutan sleep apnea, pada orang dewasa telah dikenal menyebabkan hipertensi, diabetes, penyakit jantung hingga stroke. Namun pada anak-anak akibatnya bisa lebih memprihatinkan, langsung pada perilaku dan tumbuh kembangnya.

Ngorok pada anak disebabkan oleh saluran nafas atas yang menyempit saat tidur. Akibatnya secara periodik nafas tersumbat. Saat sesak, anak akan terbangun sejenak untuk kembali membuka jalan nafas. Lalu ia tertidur kembali tanpa sadar ia terbangun. Episode ini terjadi berulang kali sepanjang malam hingga proses tidur jadi terpotong-potong. Anak pun bangun tak segar dan terus mengantuk sepanjang hari. Hanya saja, manifestasi kantuk berlebihan pada anak akan berbeda dibanding dewasa.

Untuk melawan rasa kantuk, anak malah menjadi hiperaktif. Ia pun mengalami kesulitan untuk mempertahankan konsentrasi. Gangguan kemampuan menyerap pelajaran juga turut mengikuti. Terakhir, tahukah Anda bahwa proses tumbuh kembang anak terjadi pada saat tidur?

Dalam penelitian yang diterbitkan the European Journal of Pediatrics ini ditemukan bahwa penyebab utama sempitnya saluran nafas pada anak-anak ini adalah pembengkakkan amandel dan adenoid serta struktur wajah-rahang yang kecil. Bukan kegemukan seperti yang selama ini dipercaya, walau diakui kegemukan menjadi faktor yang memberatkan. Ketika anak mendengkur setiap malam, ia harus diperiksakan tidurnya untuk mengetahui apakah terjadi gangguan nafas atau tidak.

Pemeriksaan tidur di laboratorium tidur adalah pemeriksaan rutin untuk mendiagnosa sleep apnea pada anak. Dengan menggunakan polisomnografi, anak dilekatkan dengan sensor-sensor untuk merekam proses tidurnya. Prosedur ini sama sekali tidak menyakitkan. Malah menjadi pengalaman unik yang menyenangkan bagi anak. Jauh hari anak sudah diperkenalkan dan dipersiapkan dengan prosedur yang akan dilakukan.

Para ahli menekankan pentingnya mengatasi mendengkur sejak usia sedini mungkin. Ini untuk menghentikan laju kerusakan yang bisa diakibatkan sleep apnea. Perlu diingat, potensi anak tumbuh saat tidur. Jika terlambat, kita tak dapat mengulang proses itu lagi. Akhir kata, para ahli mengingatkan bahwa angka satu dari sepuluh anak ini bukan main-main. Anak dengan sleep apnea bisa alami gangguan pada tumbuh kembang dan perilakunya. Kualitas anak ditentukan oleh kualitas tidurnya.

Sumber: kompas.com

Atasi Mendengkur Penting untuk Cegah Kerusakan Otak



Mendengkur telah diketahui menjadi tanda dari sleep apnea atau henti nafas saat tidur. Penelitian yang dipublikasikan pada jurnal kedokteran Sleep mengungkapkan, efek pengobatan ngorok pada kemampuan kognitif dan mental manusia.

Mendengkur sering kali diselingi oleh henti nafas saat tidur. Henti nafas terjadi akibat saluran nafas yang menyempit saat tidur. Akibatnya, walau gerak nafas masih ada, udara tak ada yag bisa masuk ataupun keluar. Biasanya penderita akan tampak sesak dalam tidurnya.

Akibat sesak, mekanisme pengaman tubuh akan membangunkan otak sejenak tanpa terjaga. Lalu diikuti dengan episode seolah tersedak atau batuk-batuk. Walau terbangun-bangun sepanjang malam, penderita tak menyadari. Ia hanya merasa bangun tak segar walau tidur sudah cukup.

Efek lain dari henti nafas saat tidur tentu berkurangnya kadar oksigen dalam darah. Kadar oksigen dan karbondioksian terus naik dan turun selama tidur. Kadang kala bahkan sampai membahayakan nyawa.

Dengkur rusak otak

Sleep apnea telah diketahui menyebabkan hipertensi, diabetes, penyakit jantung hingga stroke dan kematian. Namun mendengkur juga mengganggu kemampuan otak manusia.

Kemampuan kognitif-mental dan emosional penderita sleep apnea jelas terganggu. Kantuk berlebihan yang dialami jelas menurunkan konsentrasi, ketajaman analisa, daya ingat dan ketelitian. Emosi pun turut terganggu. Bayangkan saja, misalkan diri kita hanya tidur 2-3 jam di malam hari, bagaimana rasanya di pagi hari? Begitu juga yang dirasakan penderita sleep apnea setiap hari.

Dua penelitian di tahun 2008 dan 2009 sudah membuktikan lewat pencitraan otak bagaimana mendengkur merusak beberapa bagian otak. Terutama bagian-bagian yang bertanggung jawab pada kemampuan pengambilan keputusan, daya ingat dan emosi.

Penelitian selanjutnya dengan MRI juga buktikan bahwa wanita yang mendengkur mengalami kerusakan lebih parah dibanding pria. Efeknya pada kecenderungan depresi dan kecemasan juga didapati lebih tinggi dibandingkan pria.

Efek Perawatan

Kelompok peneliti dari Stanford menjalankan the Apnea Positive Pressure Long-term Efficacy Study (APPLES) yang ambisius. Penelitian yang dipimpin Clete Kushida ini ingin melihat efek perawatan sleep apnea dalam jangka panjang. Selama 6 bulan 1098 peserta diikuti dan diteliti.

Pendengkur menjalani pemeriksaan di laboratorium tidur. Yang terdiagnosa positif alami henti nafas saat tidur diberikan perawatan dengan gunakan continuous positive airway pressure (CPAP). CPAP adalah sebuah alat yang dihubungkan ke masker hidung pendengkur untuk mengatasi henti nafasnya. Suara dengkuran otomatis juga hilang dengan gunakan CPAP ini.

Setelah gunakan CPAP selama 2 bulan dan 6 bulan, para pasien ini diperiksa kemampuan kognitif-mentalnya. Yang dites adalah kemampuan konsentrasi, kemampuan belajar dan daya ingat.

Hasilnya CPAP secara obyektif maupun subyektif, mengurangi rasa kantuk berlebihan yang dikeluhkan pendengkur.

Kemampuan untuk mengambil keputusan dan fungsi-fungsi lobus frontal otak didapati membaik setelah penggunaan CPAP selama 2 bulan. Sedangkan kemampuan konsentrasi dan belajar didapati tak mengalami perubahan setelah 6 bulan.

Tim peneliti menyimpulkan, terdapat hubungan yang kompleks antara sleep apnea dan kemampuan kognitif-mental. Tak banyak perbaikan yang ditemukan sekali bagian-bagian tertentu otak sudah alami gangguan. Untuk itu para ahli menekankan pentingnya penanganan mendengkur sesegera mungkin sebagai pencegahan kerusakan lebih lanjut.

Sumber : kompas.com